Rabu, 12 November 2008

Domain Name Server (DNS)

Domain Name Server (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau situs pada jaringan internet ditranslasikan menjadi alamat IP atau sebaliknya. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.

1. Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).

2. Top-level domain : adalah kode katagori organisasi atau negara misalnya :

a. .com untuk dipakai oleh perusahaan-perusahaan.

b. .org untuk dipakai oleh badan-badan yang bukan dari perusahaan, badan pemerintah, perguruan tinggi dan badan militer.

c. .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi.

3. Second-level domain : merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan.

DNS sangat diperlukan apabila anda akan membangun sebuah web server atau internet. Dengan DNS anda bisa menentukan nama web site atau internet dengan mudah.

DNS Zone

DNS menggunakan zone untuk membatasi ruang nama domain supaya mudah diatur. Pada saat zone dibangun, DNS secara otomatis membuat dua macam sumber pendaftaran (resource record), yaitu Start of Authority (SOA) dan Name Server (NS).

1. SOA record menentukan nama primary DNS server yang memiliki otoritas pada domain. SOA record ini harus merupakan record pertama pada zone database.

2. NS record memiliki daftar name server yang ditugaskan pada domain.

Cara Kerja DNS Server

DNS server berfungsi untuk merubah alamat IP kedalam alamat host atau sebaliknya. Cara kerjanya adalah misalnya kita memanggil sebuah situs www.smk.com maka komputer akan bertanya kepada DNS servernya dan kemudian akan dikirimkan kembali ke komputer tersebut dan memberitahunya bahwa www.smk.com adalah 192.168.0.1.

Langkah Kerja Konfigurasi DNS Server

Langkah-Langkah Konfigurasi DNS server pada Linux Slackware

1. Pertama kita masuk ke dalam /var/named/.

# cd /var/named

2. Kemudian masuk ke folder “/etc/named.conf”.

# pico /etc/named.conf

Kemudian buat zone. Misal seperti dibawah ini :

Zone "smk.com" IN {

type master ;

file "/var/named/smk.com"

allow_update {none;} ;

Zone "10.10.10.in-addr.arpa" IN {

type master ;

file "/var/named/10.10.10.in-addr.arpa"

allow_update {none;} ;

3. Setelah kita menyelesaikan script diatas kita akan membuat script baru pada smk.com dan 2.10.10.in-addr.arpa.

4. Masuk ke folder smk.com.

# pico smk.com


Lalu ketik script dibawah ini :

$TTL 86400

@ IN SOA smk.com. root.smk.com. (

20 ;

2H ;

3H ;

4W ;

1D ;

)

IN NS ns.smk.com.

IN A 10.10.10.1

5. Masuk ke folder 2.10.10.in-addr.arpa dengan mengetik “pico 2.10.10.in-addr.arpa”.

# pico 2.10.10.in-addr.arpa

Selanjutnya tulis script baru kedalam folder 2.10.10.in-addr.arpa. Penulisan script tersebut dapat dilihat pada jendela dibawah ini.

$TTL 86400

@ IN SOA smk.com. root.smk.com. (

22 ;

2H ;

3H ;

4W ;

1D ;

)

@ IN NS ns.smk.com.

1 IN PTR ns.smk.com.

6. Setelah itu ubah mode pada “/etc/rc.d/rc.bind” dengan melakukan perintah chmod. Lalu restart dan dilanjutkan dengan start folder /etc/rc.d/rc.bind.

# chmod 755 /etc/rc.d/rc.bind

# /etc/rc.d/rc.bind restart

# /etc/rc.d/rc.bind start

7. Kemudian untuk melihat hasil konfigurasi yang telah kita lakukan gunakan perintah nslookup.

# nslookup smk.com

# nslookup 2.10.10.in-addr.arpa

Tidak ada komentar: