Rabu, 26 November 2008

WeB ServER

WEB SERVER dan DNS SERVER

Web server adalah sebuah media yang digunakan untuk menyimpan dan mengirim beberapa dokumen dalam bentuk HTML. Sedangkan DNS Server digunakan untuk merubah alamat IP menjadi alamat web seperti www.smk.com, atau sebaliknya dari alamat web menjadi alamat IP.

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat web server di Linux

1. Buat terlebih dahulu Domain Name Server (DNS). Lalu masuk kedalam “pico /etc/named.conf”. Lalu buat zona yang akan digunakan. Misalnya dengan nama smk.com. Dan dengan alamat IP 192.168.34.17. Dalam penulisan pembuatan zona alamat IP dibalik dan diambil hanya tiga angka dan menjadi 34.168.192.

2. Kemudian masuk kedalam folder yang telah kita buat. Misalnya “smk.com” dan “34.168.192.in-addr.arpa”. Pada folder “smk.com” kita buat Conical Name (CNAME) atau nama alias dari name server kita. Misalnya kita menulis nama alias “lab”.

lab IN CNAME smk.com.

3. Kemudian restart “bind” dengan menggunakan “/etc/rc.d/rc.bind restart”. Lalu untuk melihat pengaturan yang kita lakukan gunakan perintah “nslookup”.

4. Sekarang kita akan memulai untuk membuat web server. Pertama lakukan ping pada folder “lab.smk.com”, pastikan sudah muncul tampilan “reply”. Kemudian jalankan apache dengan memanggil “apachectl start”.

5. Jika sudah coba jalankan smk.com untuk melihat apakah apache sudah benar-benar jalan atau tidak. Untuk melihatnya dapat menggunakan langkah sebagai berikut :“lynx smk.com”.

6. Kemudian masuk ke “pico /etc/apache/httpd.conf” untuk melakukan pengaturan pada server name, document root dan name virtual host. Selanjutnya lihat pada gambar dibawah ini. Edit pada bagian server name.

#ServerName www.example.com diganti menjadi “ServerName www.smk.com

#DocumentRoot /var/www/docs diganti menjadi “DocumentRoot /var/www/htdocs”

7. Jika sudah sekarang kita lakukan pengaturan pada name virtual host. Sebelumnya kita masuk ke “pico /etc/apache/httpd.conf”. Selanjutnya lihat pada gambar dibawah ini. Edit pada bagian name virtual host.

# NameVirtualHost *:80

# ServerAdmin webmaster@dummy-localhost.com

# DocumentRoot /www/docs/dummy-localhost.com

# ServerName www.example.com

Kemudian hilangkan tanda pagar dan selanjutnya buat dua virtual host yang pertama digunakan untuk folder smk dan yang kedua digunakan untuk folder lab. Untuk penulisan dapat dilihat pada script dibawah ini :

NameVirtualHost *:80

ServerAdmin root@smkcom

DocumentRoot /var/www/htdocs/

ServerName www.smk.com

8. Kemudian buat folder lab. Fungsinya agar nanti kita dapat memasukkan dokumen-dokumen atau tulisan-tulisan kedalamnya dalam bentuk HTML. Jika folder telah dibuat maka langkah selanjutnya kita masuk kedalam folder tersebut.

# mkdir /var/www/htdocs/lab >> digunakan untuk membuat folder lab ke dalam /var/www/htdocs

# pico /var/www/htdocs/lab/index.html >> digunakan untuk masuk ke dalam folder lab yang berada pada /var/www/htdocs dengan extensi html.

9. Setelah masuk kedalam folder tersebut lalu masukkan tulisan-tulisan kedalamnya.

10. Lalu restart apache. Kemudian test alamat web yang telah kita buat. Pertama test “www.smk.com” kemudian test “lab.smk.com”. Pada lab.smk.com akan muncul tampilan yang sama pada saat kita memasukkan tulisan-tulisan pada /var/www/htdocs/lab/index.html.

Rabu, 12 November 2008

Domain Name Server (DNS)

Domain Name Server (DNS) adalah suatu sistem yang memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau situs pada jaringan internet ditranslasikan menjadi alamat IP atau sebaliknya. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki.

1. Root-level domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.).

2. Top-level domain : adalah kode katagori organisasi atau negara misalnya :

a. .com untuk dipakai oleh perusahaan-perusahaan.

b. .org untuk dipakai oleh badan-badan yang bukan dari perusahaan, badan pemerintah, perguruan tinggi dan badan militer.

c. .edu untuk dipakai oleh perguruan tinggi.

3. Second-level domain : merupakan nama untuk organisasi atau perusahaan.

DNS sangat diperlukan apabila anda akan membangun sebuah web server atau internet. Dengan DNS anda bisa menentukan nama web site atau internet dengan mudah.

DNS Zone

DNS menggunakan zone untuk membatasi ruang nama domain supaya mudah diatur. Pada saat zone dibangun, DNS secara otomatis membuat dua macam sumber pendaftaran (resource record), yaitu Start of Authority (SOA) dan Name Server (NS).

1. SOA record menentukan nama primary DNS server yang memiliki otoritas pada domain. SOA record ini harus merupakan record pertama pada zone database.

2. NS record memiliki daftar name server yang ditugaskan pada domain.

Cara Kerja DNS Server

DNS server berfungsi untuk merubah alamat IP kedalam alamat host atau sebaliknya. Cara kerjanya adalah misalnya kita memanggil sebuah situs www.smk.com maka komputer akan bertanya kepada DNS servernya dan kemudian akan dikirimkan kembali ke komputer tersebut dan memberitahunya bahwa www.smk.com adalah 192.168.0.1.

Langkah Kerja Konfigurasi DNS Server

Langkah-Langkah Konfigurasi DNS server pada Linux Slackware

1. Pertama kita masuk ke dalam /var/named/.

# cd /var/named

2. Kemudian masuk ke folder “/etc/named.conf”.

# pico /etc/named.conf

Kemudian buat zone. Misal seperti dibawah ini :

Zone "smk.com" IN {

type master ;

file "/var/named/smk.com"

allow_update {none;} ;

Zone "10.10.10.in-addr.arpa" IN {

type master ;

file "/var/named/10.10.10.in-addr.arpa"

allow_update {none;} ;

3. Setelah kita menyelesaikan script diatas kita akan membuat script baru pada smk.com dan 2.10.10.in-addr.arpa.

4. Masuk ke folder smk.com.

# pico smk.com


Lalu ketik script dibawah ini :

$TTL 86400

@ IN SOA smk.com. root.smk.com. (

20 ;

2H ;

3H ;

4W ;

1D ;

)

IN NS ns.smk.com.

IN A 10.10.10.1

5. Masuk ke folder 2.10.10.in-addr.arpa dengan mengetik “pico 2.10.10.in-addr.arpa”.

# pico 2.10.10.in-addr.arpa

Selanjutnya tulis script baru kedalam folder 2.10.10.in-addr.arpa. Penulisan script tersebut dapat dilihat pada jendela dibawah ini.

$TTL 86400

@ IN SOA smk.com. root.smk.com. (

22 ;

2H ;

3H ;

4W ;

1D ;

)

@ IN NS ns.smk.com.

1 IN PTR ns.smk.com.

6. Setelah itu ubah mode pada “/etc/rc.d/rc.bind” dengan melakukan perintah chmod. Lalu restart dan dilanjutkan dengan start folder /etc/rc.d/rc.bind.

# chmod 755 /etc/rc.d/rc.bind

# /etc/rc.d/rc.bind restart

# /etc/rc.d/rc.bind start

7. Kemudian untuk melihat hasil konfigurasi yang telah kita lakukan gunakan perintah nslookup.

# nslookup smk.com

# nslookup 2.10.10.in-addr.arpa